Cintaku Tertinggal Di Bali Antara Denpasar, Kuta Dan Ubud Gara-Gara Bandit Bali!

aerox
aerox

atasaspal.com – Cak… A’A jatuh cinta… kendati moment pertama tersebut sudah hampir dua minggu berlalu namun sensasi pandang pertama, sensasi kenikmatan pertama tersebut sangat sulit untuk tidak dihayati… Bahkan sampai pada detik ini. Yup, cintaku tertinggal di Bali, diantara Denpasar, Kuta hingga Ubud. What????? Hellow… ini kan blog otomotif lakok membahas tentang cinta-cintaan… ndak ada hubungannya tau… Eit, bila Panjenengan berfikir demikin maka Panjenengan salah besar. Sek sek sek kok makin ngawur iki… Bisa dijelaskan?

i love bali

Jadi begini cak… seperti yang Panjenengan ketahui, 24 – 26 November lalu A’A menghadiri invitation dari PT SIS ( Suzuki Indo Sales ) dalam event bertajuk ‘Media Launch And Touring Bandit’. Yup, kedatangan pertama A’A ke Bali yang membuat A’A bisa menghirup udara segarnya, menikmati ke-khas-an pulaunya, keramahan penduduk lokalnya, suasana yang seolah berada dinegara antah brantah (haiyah) karena dimanapun A’A berada, mat saleh bule selalu ada… Sensasine koyok di Eropa kali yak… wkwkwkwkwk… membuat A’A jatuh cinta.

Namun bukan hanya tentang hal tersebut saja yang membuat A’A jatuh cinta tapi lebih dari itu cak. Lah emange opo? Ya tentu saja keseluruhan event ‘Media Launch And Touring Bandit’. Event yang mana untuk pertama kalinya A’A riding dijalanan Bali, moment pertama kalinya A’A merasakan sensasi Bandit 150 sebagai Rider karena pada kesempatan sebelumnya di Touring Teman Satu Tujuan dari Surabaya ke Madura beberapa waktu sebelumnya A’A konsen hanya menjadi boncenger demi mengeksplorasi selling point yang ditawarkan Suzuki.

Review A’A tentang bagaimana impresi boncenger Suzuki Bandit 150 sudah A’A jabarkan disini dan tentunya tidak lengkap jika rasa jatuh cinta menjadi rider Bandit ini tidak A’A ulas juga…. Kurang afdol gitu cak ceritanya…. Lalu bagaimana first impression Suzuki Bandit dijalan pulau Bali? Monggo lanjut membaca cak… karena moment jatuh cinta itu datangnya sesuka hati tanpa harus peduli tempat, waktu dan apa isi kepala… pokoknya jan karepe dewe loh…

Aseli cak… moment pertama mengendarai Bandit 150 ini sangat teramat sangat spesial karena dibalut oleh semua hal yang juga teramat spesial… Lalu gimana nih sebenarnya impresi pertama A’A?

p_20181124_125234_bf-1929123330.jpg

Handling Dan Riding Position Suzuki Bandit 150

Dengan desain yang bisa dikatakan slim dikelas 150cc naked bike Indonesia, Suzuki Bandit 150 ini menurut A’A sangat lincah saat dipakai bermanuver dirute antara Kuta ke Pantai Pandawa (rute pegunungan ki pakde). Perpaduan antara wheelbase 1.300 mm dan bobot motor yang 135 kg menyajikan keistimewaan tersendiri. Ditambah lagi dengan Grip band Dunlop-nya yang A’A rasakan cukup baik karena tidak terasa gejala slide, saat A’A test dengan melakukan beberapa kali engine brake ataupun pengereman mendadak. Sementara untuk posisi riding juga seolah selalu sigap untuk menikung, karena posisi kaki yang agak mundur dan posisi stang cenderung rendah. No doubt, Satu kata Handlingnya menyenangkan!

Jok Dan Suspensi Belakang Rigid

Yup, kesan itulah yang A’A rasakan terhadap suspensi Suzuki Bandit 150 cak… terasa rigid. Membaca ini tentu ada diantara Panjenengan yang merasa Bandit ini kurang nyaman namun jika Panjenengan beranggapan demikian, Panjenengn bisa saja salah cak… Karena walaupun karakter suspensinya yang begitu, semua diminimalisir dengan maksimal oleh hadirnya jok model tandem yang menggunakan bahan busa tebal dan empuk… Aseli kalau Panjenengan sudah mencobanya, Panjenengan akan lupa kalau suspensinya terasa rigid.

Namun karakter suspensi rigid ini menyajikan daya tarik tersendiri cak… apalagi yang demen touring tanpa boncenger. Yup, kestabilannya itu loh cak… kestabilan saat digunakan untuk menikung baik dalam kecepatan rendah, sedang atau bahkan tinggi… Nyaris tidak menemukan adanya gejala limbung. Tidak percaya? mongggo coba sendiri. Ini tentang jika dipakai riding sendirian… Beda jika dipakai berboncengan karena saat dipakai berboncengan, suspensinya terasa sangat pas… itulah yang A’A rasakan saat boncengan dengan AMMOTOVLOG (surabaya – Madura).

Kinerja Rem Suzuki Bandit 150

A’A merasakan kinerja rem cakram depan dan belakang cukup kapabel dalam mengurangi kecepatan baik secara perlahan ataupun deselerasi secara cepat cak… Tentunya dengan kinerja rem yang baik ini membuat A’A semakin percaya diri dalam mengontrol putaran selongsong gas. Pokoknya dipakai riding itu kesannya percaya diri gitu cak… Aseli sensasinya sampai sekarang masih teringat jelas dikepala cak…


Nah wes pada punya gambaran kan cak tentang gimana Suzuki Bandit saat dipakai Touring? Hal itulah yang membuat A’A jatuh cinta… yang membuat A’A sampai dengan saat ini pengen lagi ke Bali… dengan Suzuki Bandit tentunya karena Touring kemarin masih terasa kurang puas cak… Jadi tidak heran dan tidak berlebihan jika A’A mengatakan cinta A’A tertinggal di Bali antara Denpasar, Kuta dan Ubud.

Salam dari pesisir selatan Tulungagung cak…

 

Contact Person

Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog

Keep Safety Riding…

Pos ini dipublikasikan di 150cc, adventure, moladin, review, suzuki, travelling, umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Cintaku Tertinggal Di Bali Antara Denpasar, Kuta Dan Ubud Gara-Gara Bandit Bali!

  1. Nganu berkata:

    Boleh tuh helm

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s