atasaspal.com – Gengz… aseli jangan dibaca. Serius, mending sampeyan tutup tab ini, seduh kopi, dan tidur siang. Karena apa yang bakal A’A lakukan mulai Jum’at – Senin (10 – 13 April 2026) adalah sebuah bentuk kegilaan yang dibungkus rapi dengan label “Touring”. Siapa juga orang waras yang mau menempuh 750 km cuma buat ngetes motor? Tapi ya sudahlah, namanya juga kadung cinta sama aspal. Gasken saja!

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Mari kita bahas rencana “penyiksaan” ini secara manusiawi.
Hari pertama kita mulai dari Surabaya – Paiton yang merupakan pestanya macet & uji kesabaran. Ya, kita akan memulainya dengan plot twist. Start jam 4 sore dari MPM Simpang Dukuh, disaat jam pulang kerja dimana Surabaya lagi gerah-gerahnya, dan semua orang pengen cepet sampai rumah. Sementara kami malah mau ke Paiton.
Kalau sampeyan berpikir badan bakal tetap segar bugar, sampeyan salah besar. Di rute Surabaya-Sidoarjo-Pasuruan pada jam segini, musuh utamanya bukan jarak, tapi filterisasi emosi. Punggung mungkin mulai terasa kaku karena harus sigap selap-selip di antara truk kontainer. Tapi di sinilah sisi psikologisnya main: semakin macet jalanan, biasanya adrenalin malah makin naik karena hasrat pengen segera ketemu jalanan lowong di Probolinggo.
Ini akan menjadi momen pembuktian Honda RoadSync, mengingat di tengah hiruk-pikuk macet, fitur navigasi di panel meter itu krusial banget supaya nggak perlu bolak-balik berhenti cek HP. Mesin 160cc eSP+ bakal dipaksa kerja keras buat stop-and-go. Mungkin kami akan sedikit nakalin sikuda besi dengan narik gas tipis-tipis di antara spion mobil orang, sambil membatin, “Sori ya, gue duluan!”
Setelah tulang belakang nyaris menyerah di Paiton, Day 2 sampai Day 4 adalah ajang “balas dendam”.
Ya, day 2 kami akan melipir ke Waduk Bajulmati dan TN Baluran. Di sini, suspensi sub-tank ADV 160 bakal dipaksa menelan aspal Baluran yang… ya begitulah, semi-semi Afrika. Kemudian di day 3 akan diawali dengan Check point di Banyuwangi Motor, lalu “bersemedi” di Alas Purwo dan Djawatan, kemudian nge-camp mesra di Pantai Pulau Merah. Secara psikologis, rute ini adalah healing setelah dihajar macet di hari pertama. Dan puncaknya ada di day 4 saat pulang lewat Jalur Gumitir tembus Klakah. Jalur legendaris buat miring-miring tipis sambil ngetes torsi mesin pas nanjak hingga kemudian finish di titik start.
Dari itinerary perjalanan tersebut, terkadang kita lupa, di balik angka konsumsi BBM atau spesifikasi teknis, ada manusia yang duduk di atas jok tersebut. Ada rasa kantuk yang dilawan dengan kopi sachet di pinggir jalan, ada keringat yang mengucur di balik jaket, dan ada rasa puas yang nggak bisa dijelaskan lewat tabel Excel saat kita sampai di tujuan tanpa kurang satu apa pun.
Motor ini bukan cuma sekumpulan besi dan plastik. Dia adalah partner yang bakal ikut dengerin saat mungkin akan misuh-misuh tipis pas kena macet, dan ikut merasakan semilir angin pas di Pulau Merah.
Jadi, Sampeyan Penasaran Apa?
Jujur saja, A’A sendiri penasaran beberapa hal antara lain:
- Kira-kira pinggang saya bakal se-kaku kanebo kering nggak ya setelah Day 1?
- Gimana rasanya RoadSync kalau dipaksa konek terus-terusan di daerah yang sinyalnya “hidup segan mati tak mau”?
- Apakah kenyamanan joknya sanggup bikin bokong tetap aman tanpa drama “panas membara”?
Monggo, kalau sampeyan punya pertanyaan yang lebih “ajaib” atau pengen saya ngetes sesuatu yang spesifik dari ADV 160 ini, tulis di kolom komentar. Kita kupas tuntas bareng-bareng di artikel selanjutnya dan kita spill di media sosial.
Sampai jumpa di aspal, dan tolong… jangan iri sama rutenya.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG & TikTok: @atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding

