atasaspal.com – Kang bro… terkadang pada saat yang darurat kita pernah juga mencekoki kuda besi kita dengan BBM yang mempunyai kadar oktan dibawah rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pabrikan… jelas langkah ini otomatis akan membuat BBM yang ada didalam tangki motor akan tercampur dengan BBM beroktan rendah yang baru kita masukkan. Sampai disini sudah faham? kalau belum, hayuk lanjut membaca…

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Kalau konteksnya darurat yang artinya bukan menjadi rutinitas harian kita, kemungkinan motor kita akan aman jaya sentosa. Namun jika mencampur bensin dengan oktan berbeda ini menjadi kebiasaan, akan menimbulkan dampak yang besar yakni motor bisa rusak dan jebol! Nah loh…
Sebagai ilustrasinya begini nih kang… misalnya dalam satu minggu kita mengisikan berbagai jenis bensin kemotor kita, empat hari mengisi pertamax dan sisanya diisi dengan premium ataupun pertamax plus dengan pertalite yang kadar oktannya bisa dibilang agak jauh berbeda. Sebenarnya hal ini tidak masalah namun jangan dilakukan terlalu sering.
“Sebenarnya tidak masalah sih kalau dalam kasusnya motor. Tetapi kalau terlalu sering dan muatan oktan bensinnya tidak sesuai, pembakarannya tidak akan sempurna dan akhirnya akan merusak motor itu sendiri,” kata Ramdani, Service Advisor Cilangkap Mas Motor, kepada detikOto di Jakarta.
Didalam siklus pergantian bensin seperti tersebut diatas, proses pembakaran BBM untuk memberikan tenaga agar motor dapat melaju tidak sempurna dan meninggalkan residu. Akhirnya, tidak hanya akan membuat kendaraan telat bereaksi, tetapi juga mengalami kerusakan.
“Bila pembakaran tidak sempurna, tarikan motor tidak enak nantinya atau telat bereaksi saat kita gas,” ucap Ramdani.
“Penumpukkan kerak pada dinding seher yang dikarenakan ada beberapa residu yang masih tersisa juga menjadi masalah selanjutnya dari fenomena tersebut. Terakhir, motor bisa-bisa jebol dan rusak,” tutupnya.
Nah… udah ngerti kan kang… kalau udah ngerti bakal berakibat seburuk itu, apakah masih akan sering-sering mencampur bensin untuk diberikan pada motor kesayangan? A’A sih gak deh kang… apalagi motor cuman semata wayang… sayang motor aja deh….
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
Keep Safety Riding…

motor apa wayang?
SukaSuka
betul itu Kang….
nitip artikel yo
SukaSuka
waduh bahaya banget ya, enggak enggak lagi dah ganti bbm seenaknya
SukaSuka