atasaspal.com – Kang bro… terkadang pada saat yang darurat kita pernah juga mencekoki kuda besi kita dengan BBM yang mempunyai kadar oktan dibawah rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pabrikan… jelas langkah ini otomatis akan membuat BBM yang ada didalam tangki motor akan tercampur dengan BBM beroktan rendah yang baru kita masukkan. Sampai disini sudah faham? kalau belum, hayuk lanjut membaca…

- #Cari_Aman: Hindari 5 Perilaku Berisiko demi Keselamatan Berkendara
- Habis BeAT Terbitlah PCX. Pengundian Terakhir UKH 2025 di Trenggalek, Konsumen Raih Honda BeAT; 2026 Siapkan Honda PCX
- All New Honda Vario 125 Night Ride di Surabaya Dengan Penuh Gaya
- Nmax Neo S, Premium Riding Experience Tanpa Ribet Ke JLS!
- Berhadiah PCX 160, “Untukmu Konsumen Honda”, Menanti Konsumen Banyuwangi
- Suka Gaspol? Sporty Energy Alpha Attitude Pilihan Anak Muda Kediri!
- Antusias Terus Meningkat, “Untukmu Konsumen Honda” Hadir Kembali di Madiun dengan Hadiah Honda Scoopy
- Tampil Makin Elegance Dengan Smart Hybrid, Sentuhan Premium Di Blitar: Yamaha Grand Filano 2026!
- Antusiasme Tinggi, Public Launching All New Honda Vario 125 di Sidoarjo Luber!
- PCX DAY 2025: Prigi 360 Pecah, Ambyar Auto Check Out!
Kalau konteksnya darurat yang artinya bukan menjadi rutinitas harian kita, kemungkinan motor kita akan aman jaya sentosa. Namun jika mencampur bensin dengan oktan berbeda ini menjadi kebiasaan, akan menimbulkan dampak yang besar yakni motor bisa rusak dan jebol! Nah loh…
Sebagai ilustrasinya begini nih kang… misalnya dalam satu minggu kita mengisikan berbagai jenis bensin kemotor kita, empat hari mengisi pertamax dan sisanya diisi dengan premium ataupun pertamax plus dengan pertalite yang kadar oktannya bisa dibilang agak jauh berbeda. Sebenarnya hal ini tidak masalah namun jangan dilakukan terlalu sering.
“Sebenarnya tidak masalah sih kalau dalam kasusnya motor. Tetapi kalau terlalu sering dan muatan oktan bensinnya tidak sesuai, pembakarannya tidak akan sempurna dan akhirnya akan merusak motor itu sendiri,” kata Ramdani, Service Advisor Cilangkap Mas Motor, kepada detikOto di Jakarta.
Didalam siklus pergantian bensin seperti tersebut diatas, proses pembakaran BBM untuk memberikan tenaga agar motor dapat melaju tidak sempurna dan meninggalkan residu. Akhirnya, tidak hanya akan membuat kendaraan telat bereaksi, tetapi juga mengalami kerusakan.
“Bila pembakaran tidak sempurna, tarikan motor tidak enak nantinya atau telat bereaksi saat kita gas,” ucap Ramdani.
“Penumpukkan kerak pada dinding seher yang dikarenakan ada beberapa residu yang masih tersisa juga menjadi masalah selanjutnya dari fenomena tersebut. Terakhir, motor bisa-bisa jebol dan rusak,” tutupnya.
Nah… udah ngerti kan kang… kalau udah ngerti bakal berakibat seburuk itu, apakah masih akan sering-sering mencampur bensin untuk diberikan pada motor kesayangan? A’A sih gak deh kang… apalagi motor cuman semata wayang… sayang motor aja deh….
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
Keep Safety Riding…

motor apa wayang?
SukaSuka
betul itu Kang….
nitip artikel yo
SukaSuka
waduh bahaya banget ya, enggak enggak lagi dah ganti bbm seenaknya
SukaSuka