atasaspal.com – Mendengar nama Tiger, tentu ingatan akan bernostalgia ke era 90an dimana motor sport Honda berdimensi bongsor like a big bike ini dulu kala berhasil mendobrak tradisi. Ya, Tiger memang tampil beda baik secara desain yang diusung maupun kubikasi mesin yang disandang.

- New Honda Vario Evo 160 Menyebarkan Sihir Di Tanah Jenggala
- Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?
- Jamda Honda ADV Jawa Timur, Solidaritas di Ujung Timur Blambangan
- Ngerasain Taksu Vario Evo 160 di Bali: Dari Satset Kota hingga Menemukan ‘Taksu’ di Penglipuran
- Berburu ‘Evolusi’ Vario 160: Dari Arena Sawunggaling ke Lensa Kamera
- Saatnya Tampil Ekspresif Bersama New Honda BeAT Terbaru
- Beli PCX Cuma Gara-gara Warna? Roro Kembang Sore Juga Dulu Bikin Orang Lupa Logika!
- Resmi Rilis! MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik Vario Evo 160!
- Resmi Rilis! Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
- Pererat Kebersamaan Ayah dan Anak, MPM Honda Jatim Ajak Lewat PCX160 Bikers Playland di Prigen.
Disaat trend market motor sport didominasi oleh desain tangki kotak dan memanjang, Tiger hadir dengan tangki besar, tinghi dan membulat membuat motor ini benar-benar menawarkan sebuah diferensasi masa itu. Pun juga dengan kubikasi yang disandang. Mesin GL menjadi andalan sebagai penopang sisi dapur pacu bersaing dengan barisan motor-motor sport 2tak dari kompetitor yang jelas walaupun secara kubikasi mereka dibawah, namun platform mesin yang diusung menjadikan mereka lebih superior dari sisi power dan torsi.
Akankah Tiger yang inferior secara performa juga kalah dalam hal peminat? Tentu saja tidak. Latar belakang sebagai motor produksi Honda yang sudah terlanjur terkenal akan keiritannya menjadi sisi positive dari sang kuda besi.
Waktu berlalu dan zaman berganti. Sang Legenda akhirnya harus disuntik mati walaupun era kejayaan masih dalam genggaman. Bertahun-tahun sang pengganti dinanti namun Honda seolah enggan memberikan Tiger Reborn pengganti walaupun banyak pewarta yang memberikan kabar ataupun angin segar bahwa sang macan akan kembali tidak lama lagi.
CB190 lansiran negeri Toingkok dinilai pantas secara desain sebagai pengganti. Bahkan banyak juga yang mengemukakan pendapat bahwa sudah selayaknya Tiger menyandang mesin kubikasi 250cc similiar engine CBR250RR untuk mengimbangi zaman yang sudah bergeser. Namun pertanyaannya adalah apakan cukup dari segi efisiensi? Mesin CBR250R juga layak dipertimbangkan sebagai basis mesin yang akan diusung namun toh nyatanya Honda terlihat hanya berdiam diri enggan menanggapi.
Dengan berbagai keadaan diatas, pertanyaannya adalah masih pantaskah mempertanyakan bahwa Kelahiran Tiger Reborn Sudah Semakin Dekat?
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding


