atasaspal.com – Gengz… Bumi Blambangan selalu menyajikan daya tarik berbeda pada setiap masanya, tetapi hanya satu yang tidak pernah berubah, apalagi padam: sebuah api kerinduan untuk kembali. Ada yang magis dari tanah di ujung timur Pulau Jawa ini. Sekali anginnya berembus menerpa wajah, deburan ombaknya memanggil, dan liukan jalannya memanjakan mata, rasa rindu itu langsung menancap dalam. Belum lagi jamu selera khasnya dan khasanah hikayat rakyat yang menyelimuti setiap sudut jalurnya. Siapapun yang pernah melintasinya pasti paham, Blambangan bukan sekadar tempat transit; ia adalah rumah bagi jiwa-jiwa penyuka petualangan.

- Setitik Nyala di Bumi Blambangan: Rindu Yang Tak Pernah Padam
- New Honda Vario Evo 160 Menyebarkan Sihir Di Tanah Jenggala
- Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?
- Jamda Honda ADV Jawa Timur, Solidaritas di Ujung Timur Blambangan
- Ngerasain Taksu Vario Evo 160 di Bali: Dari Satset Kota hingga Menemukan ‘Taksu’ di Penglipuran
- Berburu ‘Evolusi’ Vario 160: Dari Arena Sawunggaling ke Lensa Kamera
- Saatnya Tampil Ekspresif Bersama New Honda BeAT Terbaru
- Beli PCX Cuma Gara-gara Warna? Roro Kembang Sore Juga Dulu Bikin Orang Lupa Logika!
- Resmi Rilis! MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik Vario Evo 160!
- Resmi Rilis! Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Namun cak, kejujuran sering kali terasa pahit saat dihadapkan pada realitas sehari-hari. Seberapa sering pun A’A melalui jalur ini untuk berangkat dan pulang nguli di Pulau Dewata, rasanya ada yang selalu mengganjal karena jalur Sri Tanjung sisi utara yang mempesona itu kerap hanya menjadi lintasan formalitas belaka.
Terakhir kali benar-benar menikmati setiap jengkal kelokannya lewat touring motor menggunakan Honda ADV 160 Roadsync; itupun sudah berlalu beberapa bulan lalu. Ada rasa haus yang belum tuntas. Sensasi membelah Bumi Rimba Tertua Jawa—tempat Rahyang Joyo Wiseso bersemayam dalam kedamaian—sering kali kalah oleh padatnya rutinitas, waktu yang terbatas, dan lelahnya perjalanan antar-pulau sebagai penikmat busmania. Rasa ingin menikmati “lebih dan lebih lagi” itu akhirnya tertahan di dada, menjelma friksi antara impian jelajah dan kenyataan hidup. Apalagi dalam kondisi in this economy saat ini.
Sama halnya dengan Hikayat Sritanjung yang menjadi asal-usul nama Banyuwangi. Dalam legenda, Patih Sidopekso yang sempat ragu dan tersulut prasangka atas kesetiaan Sritanjung, menciptakan friksi mendalam yang nyaris menghancurkan segalanya. Namun, kejujuran dan ketulusan Sritanjung akhirnya terbukti saat jasadnya diceburkan ke sungai: air yang tadinya keruh berubah menjadi harum (banyu wangi).
Friksi dan keraguan dalam perjalanan—baik perjalanan hidup maupun touring—selalu bisa diurai jika kita menemukan “solusinya”. Dan solusi untuk menuntaskan dahaga petualangan ini adalah dengan riding Banyuwangi 360 menggunakan Vario Evo 160 bareng Blogger & Vlogger!
Nggak sabar rasanyauntuk napak tilas. Dan kata orang, sapaan terbaik dijalanan itu adalah klakson. Jadi, jika nanti pada 16-17 Aguatus ini ketemu rombongan kami, klaksonin ya…
Semoga tidak ada aral rintangan untuk menjadikan perjalanan nanti sebagai ritual “penyucian pikiran” layaknya harumnya air Sritanjung.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding

