atasaspal.com – Gengz… Kemarin tetangga A’A baru saja boyong Honda PCX 160 Roadsync ke rumahnya. Nah, pas A’A tanya alasan memilih motor itu, jawabannya bikin agak speechless sekaligus terkesima. Di saat orang lain sibuk membandingkan kenyamanan berkendara, kepraktisan fitur bagasi, reputasi brand Honda, atau canggihnya fitur Roadsync… tetangga A’A yang satu ini malah terpesona gegara warna!

- New Honda Vario Evo 160 Menyebarkan Sihir Di Tanah Jenggala
- Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?
- Jamda Honda ADV Jawa Timur, Solidaritas di Ujung Timur Blambangan
- Ngerasain Taksu Vario Evo 160 di Bali: Dari Satset Kota hingga Menemukan ‘Taksu’ di Penglipuran
- Berburu ‘Evolusi’ Vario 160: Dari Arena Sawunggaling ke Lensa Kamera
- Saatnya Tampil Ekspresif Bersama New Honda BeAT Terbaru
- Beli PCX Cuma Gara-gara Warna? Roro Kembang Sore Juga Dulu Bikin Orang Lupa Logika!
- Resmi Rilis! MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik Vario Evo 160!
- Resmi Rilis! Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
- Pererat Kebersamaan Ayah dan Anak, MPM Honda Jatim Ajak Lewat PCX160 Bikers Playland di Prigen.
Saat A’A tanya, do’i menjawab dengan polosnya: “Warnanya lho… bagus banget. Merah Burgundi-nya itu lho, bikin kepikiran!”
Plot twist-nya, do’i ini masuk kategori masyarakat usia vintage (baca: senior/sepuh) yang boro-boro paham cara menyambungkan smartphone ke panel instrumen Roadsync, tombol matikan lampu sein saja kadang suka lupa. Tapi demi warna burgundy yang terpatri di hatinya, do’i rela merogoh kocek lebih dalam buat tipe tertinggi ini. Logika fitur? Bypass! Yang penting hati senang.
Pesona Visual Mengalahkan Fitur Canggih
Secara teori marketing, kasus ini menarik banget. Ternyata orang membeli sesuatu itu nggak melulu soal spesifikasi mesin atau kecanggihan konektivitas digital. Kadang, alasan terbesarnya cuma satu: yakni jatuh cinta pada pandangan pertama karena visual.
Fenomena “terpikat pesona luar” ini sebenarnya bukan hal baru, apalagi kalau kita tengok Hikayat Rakyat Tulungagung.
Ingat cerita Roro Kembang Sore dari daerah Gunung Bolo? Dulu, kecantikan dan pesona Roro Kembang Sore begitu memikat hati siapa pun yang memandangnya. Para adipati dan pangeran dari berbagai penjuru rela melakukan apa saja—bahkan mengabaikan logika, pertimbangan politik, hingga mengorbankan harta benda—hanya demi bisa mendapatkan “pesona” sang putri.
Sama halnya dengan tetangga A’A tadi! Warna burgundy pada PCX 160 itu ibarat “Roro Kembang Sore” versi otomotif zaman now. Begitu matanya memandang, pesonanya langsung mengunci pikiran. Fitur canggih Roadsync itu cuma dianggap bonus tak terpakai, mirip prajurit kerajaan yang cuma bisa melongo melihat keindahan sang putri tanpa paham strategi perang di baliknya.
Pelajaran Penting: Menjual ‘Rasa’, Bukan Cuma Fitur
Dari cerita sederhana si tetangga vintage ini, kita bisa ambil satu pelajaran berharga:
- Sisi Emosional > Sisi Rasional: Dalam dunia jual-beli, keputusan konsumen sering kali diambil lewat jalur emosional (warna, desain, status sosial) baru kemudian dibenarkan oleh logika.
- Sensori Itu Kuat: Produsen boleh saja jualan teknologi se-langit, tapi mata pembaca/pembeli tetap mencari apa yang enak dipandang mata terlebih dahulu.
Jadi, buat sampean yang mungkin lagi jualan atau bikin produk, jangan cuma fokus memamerkan betapa canggihnya “mesin” di dalam produkmu. Kadang, kamu cuma perlu menemukan “warna Burgundi” atau “pesona Roro Kembang Sore”-mu sendiri untuk membuat orang lain jatuh hati tanpa banyak alasan.
Gimana Gengz, ada yang pernah beli barang mahal cuma gara-gara warnanya lucu juga nggak nih?
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding

