Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?

Logo Perusahaan

atasaspal.com – Gengz… Jujurly, kendatipun udah pernah mencoba dan touring tipis-tipis Vario Evo 160 di atas 100 km di Bali tempo lalu, A’A masih penasaran setengah mati sama si kuda besi ini. Aseli, sensasinya saat diajak manuver tuh bikin nagih! Sampai-sampai belakangan ini A’A masih mengidam-idamkan banget untuk bisa membejek si Vario Evo 160 ini melintasi rute-rute ciamik di Tulungagung.

Coba sampean bayangkan…, menyusuri jalanan kota sampai rute jalur lintas selatan yang aduhai.

Btw sampean pernah dengerin Serial Radio Babad Tanah Tinular nggak? Kalau sudah, selamat… Berarti kita sudah masuk kedalam kaum vintage 🤣. Kalau belum, wah…. Sampean masih darah muda dan kayaknya harus dikasih ilmu tipis-tipis nih!✌

Itu loh, drama kolosal tempat para kesatria Majapahit menunggang kuda perkasa demi menaklukkan medan berat baik dalam tugas ataupun pengembaraan. Nah, membayangkan nunggangin Vario Evo 160 di Tulungagung tuh kayaknya rasanya akan mirip-mirip gitu; Berasa jadi Arya Kamandanu yang lagi bersiap melibas rute mana pun dengan kuda merah salaknya.

Tampilan Totally All New, Tapi Fitur & Dapur Pacu Kok “Cuma” Upgrade Torsi?

Nah, di sinilah friksi yang muncul di banyak kepala orang.

Secara visual, motor ini jelas Totally All New! Lekukan bodi dan desain barunya makin segar, tajam, dan siap mencuri perhatian di setiap simpang jalan. Tapi begitu ngomongin fitur dan dapur pacu… lho, kok diatas kertas seakan plek ketiplek dengan versi sebelumnya?

Perbedaan di sektor performa mesin praktis cuma ada pada upgrade torsi semata. Di sinilah pertarungan batin calon pembeli terjadi: “Apakah pantas memimpikan motor ini kalau bedanya ‘cuma’ di suntikan torsi kecil? Jangan-jangan pas dibawa ke jalanan Tulungagung nanti rasanya bakal sama aja?”

Suntikan Torsi Kecil yang Melahirkan Ekspektasi Beda Total!

Eits, keraguan itu langsung terbantahkan kalau kita ingat pengalaman waktu di Bali, Gengz! Problem Solved!

Memang betul secara fitur dasar dan spesifikasi mesin masih mirip, tapi lonjakan upgrade torsi itulah yang bikin karakternya benar-benar berbeda. Saat diajak melibas tanjakan, menyalip bus antarkota, atau meliuk di jalanan berliku, tenaganya terasa jauh lebih padat dan responsif dari putaran bawah. Ibarat Arya Kamandanu yang dapat tambahan ilmu tenaga dalam: wujudnya familiar, tapi daya dorongnya bikin lawan ketar-ketir!

Satu pertanyaan besar yang sampai saat ini bikin A’A masih penasaran: Gimana dengan konsumsi BBM-nya saat diajak menyusuri rute Tulungagung? Akankah konsumsi BBM-nya bisa tembus 53,3 km/liter seperti saat touring di Bali, atau justru bakal meluncur lebih irit lagi?

Contact Person

Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog

Keep Safety Riding

Pos ini dipublikasikan di 150cc, adventure, honda, matik, motor baru, opini, umum dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.