atasaspal.com – Semilir angin segar khas pegunungan Tulungagung selatan membelai jiwa saat sore ini nongkrong diarea Gunung Banon sambil menunggu bedug maghrib berkumandang dan santab berbuka puasa…. Ah… begitu mendamaikan jiwa saat mata ini dimanjakan oleh hamparan pemandangan daratan ngroto disisi utara…. Sensasinya serasa sama saat sedang ngobrolin tentang zona roda dua tanah air bareng teman-teman Blogger; apalagi jika bahasannya soal hot product… Duh jadi kangen suasana sebelum corona melanda.

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Iya cak… setelah sekian lama menyepi dan kehilangan mood menulis atau lebih tepatnya identitas dan ciri khas tulisan, A’A memaksa untuk menyadarkan diri bahwa sudah terlalu jauh mati suri dan harus kembali. Kembali ke personality yang seharusnya. Walaupun berat namun cambuk harus tetap dicepleskan karena ora enek alas seng luwih dowo tinimbang alasan. Dan A’A sadar akan hal ini.
Baiklah back to topik dan kita sudahi dulu basa basi tidak penting dan jauh dari kata bermutu. Dan kali ini kita akan membahas tentang motor matic Honda yang tetap solid mempertahankan jatidirinya ditengah permintaan ataupun kerenah market yang menghendaki perubahan! Sek sek sek… perubahan tentang apa ini? Perubahan pada sektor kemudi cak. Bisa diperjelas? Bisa pake banget… hiyo ora? Tapi ojo lali loh ya taraweh untuk yang muslim…
Diawal kemunculannya hingga generasi kedua yang semakin melar fitur dan kapasitas mesin yang dibenamkan, desakan-desakan perubahan yang disuarakan agar mengadopsi model stang terbungkus layaknya kompetitor disematkan pada sang matic premium kelas 150 Honda ini. Namun Honda tetap keukeuh mempertahankan model stang terbuka yang memang menjadi ciri khas sang matic bongsor sejak cikal bakalnya alias masih berstatus cbu.
Apakah ke-keukeuhan Honda yang seolah menentang arus ini berakibat fatal pada penetrasi penjualan? Sampeyan tahu sendiri jawabannya kan? Yup, dengan model stang telanja*ng, PCX tetap luaris manis bak kacang goreng dipasar malam cak…. ora enek ceritane sang matic bongsor ini layu sebelum berlalu… bahkan bisa dibilang semakin harum mewangi dan mekar layaknya pesona gadis cantik idola kaum pria. Ora percoyo? Tuh lihat lalu lalang kendaraan dijalanan…
So, harga mati untuk sebuah jatidiri? PCX membuktikan bahwa sebuah personality identity layak dipertahankan karena kesuksesan akan terasa lebih nikmat…. menurut sampeyan gimana?
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding


