atasaspal.com – Hawa dingin menggigit tulang dengan tingkat kelembaban tinggi menyapa pagi di Puncak Jowin, Tulungagung, tempat dimana rombongan Touring Lintas Merdeka nge-camp mesra setelah mengarungi perjalanan diatas 100km dari Malang… Ya, sebuah tempat asri dan ikonik yang tidak berlebihan jika A’A menyebutnya sebagai Jimbaran Van Java.

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Setelah semua giat pagi terselesaikan, rombongan langsung tancap gas melalui Talun naik ke Desa Semanding melalui jalan makadam yang seolah memberikan sapaan mesra ‘selamat datang di Pucanglaban’.
Melintasi desa Semanding yang sebagian jalanan ada aura mistis yang begitu kental tidaklah lama karena jalur Desa Kaligentong bagian timur dan Sumberbendo bagian barat datang membukakan tangan. Ah… Jalanannya khas banget ala jalanan daerah pinggiran yang seolah memang sengaja diabaikan pembangunannya.
Alas MOLO memutar ke Kalijirak tembus Blitar selatan. Semuanya terasa normal-normal saja dan membuat perjalanan harinkedua ini seolah akan dilalui dengan santuy. Namun ternyata….
Memasuki perkebunan tebu, timur Pantai Pangi dan cenderung dekat dengan pantai Tambakrejo, disini nih yang bikin frust. Aseli lelah jiwa raga.
Medan jalanan berbatu besar yang aduh bikin balong tuwo auto sambat dan fisik diperas saat melintasinya nyatanya malah ditambah dengan fakta harus beberapa kali putar arah… Kebablasen gitu ceritanya.
Jalanannya sih memang super lebar namun begitu menyiksa badan. Bahkan kalau dibandingkan dengan extreme-nya CRF Day Gunung Raung – Gunung Ijen beberapa bulan lalu, masih mendingan tang trabas dahulu. Aseli berrratdz pakde.
Dari Tambak tembus Serang via JLS. Kemudian gravel pedesaan sampai Donomulyo, Malang selatan. Alhamdulillah mas-mas moto east java tahu apa yang kami mau ditengah fisik yang menurun dan ngantuk mulai melanda.
Charge perut alias makan siang kemudian cus ke SulFat Utara, Kota Malang.
Jika boleh mengambil 1 point terpenting pada etape hari ke 2 ini, A’A akan mengambil point jalur Blitar Selatan. Kelihatan biasa namun luar biasa sensasinya.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding
