atasaspal.com – Pakde… Hawa dingin menggigit tulang berpadu dengan kabut tipis menghiasi pekat malam membuat panasnya kopi hanya terasa nikmat aromanya saja; sedangkan geloranya bahkan tidak mampu mengusir rasa dingin yang melanda. Ah…. Bediding benar-benar merajalela! Kontras dengan sejuknya hawa seminggu lalu yang begitu soft dilereng Gunung Raung saat gelaran CRF Day East Java Xpedition 2023.

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Kemarin sepulang A’A dari event besutan MPM Honda Jatim yang menggandeng MotoEast Java sebagai Professional Guide, ada kenalan yang nanya apasih kelebihan CRF150L saat dibuat trabasan?. Sebuah pertanyaan sederhana namun membutuhkan jawaban yang gamblang biar tidak bias alias ngambang.
Ya, jika dilihat dari sisi teknik, CRF150L powernya terkesan lebih rendah dibanding kompetitor sedangkan saat dimedan jalanan trabas membutuhkan asupan torsi yang mumpuni. Secara hitung-hitungan kasar teknis jelas CRF150L kalah.
Namun soal berat, CRF150L adalah motor trail yang memiliki bobot yang bisa disebut dalam kategori ringan. Pun juga seat height nya yang cukup bersahabat untuk ukuran postur orang Indonesia. Dan ini sangat berpengaruh dalam aktifitas trabasan.
Ya, yang namanya trabasan potensi terjadinya resiko jatuh itu bisa mencapai 99.9% sehingga bobot motor sanfat berpengaruh. Kasar katanya, jika terjatuh, motor yang lebih ringan tentunya membutuhkan tenaga tidak sebesar pada motor yang lebih berat untuk memberdirikannya.
Pun juga soal seat height. Okelah untuk jalanan aspal ini tidak berpengaruh saat naik turun tapi dunia trabas adalah dunia yang berbeda. Seat height ini sangat mempengaruhi ketahanan stamina rider saat dihadapkan dari jatuh dan naik motor lagi.
Dari sedikit uraian diatas, tentunya untuk menilai sebuah motor worthed atau enggak nya tidak bisa dari salah satu sudut saja tapi dari berbagai point yang kemudiannya dijadikan sebuah kesimpulan. Dan kesimpulan A’A adalah CRF150L adalah motor yang worthed banget untuk dipakai trabasan. Apalagi harganya cuma 36.475.000 OTR Tulungagung.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding
