atasaspal.com – Sugeng dalu pakde… semilir hembusan angin dingin Pucanglaban berkolaborasi dengan hujan yang turun menyapa; walaupun sesaat namun membuat ingatan ini diseret secara paksa untuk berdamai dengan hati saat memori masa lalu menari indah dan menggoda. Argh…. tak seperti biasa nostalgia ini begitu menggelora dan membahana. Bak air hujan tertampung dalam cekungan, kemudian menggenang untuk selanjutnya perlahan surut, perlahan menghilang hanya menyisakan bekas. Bekas yang harus akur pada kerasnya seleksi alam.

Ilustrasi
- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Sebuah cerita indah tentang sebuah perjalanan, sebuah perjuangan yang bukan hanya patut untuk dikenang tapi seharusnya bisa dijadikan pelajaran, bisa diambil intisarinya untuk sebuah perbaikan jika alam menghendaki sebuah perubahan. Ya seharusnya begitu kan cak?
Ini bukan melulu cerita tentang aku, kamu, kami, kalian atau bahkan kita. Lebih dari itu!
Saat masa lalu bergelimang sukses, kemudian terlena, ego meninggi dengan begitu congkaknya hingga tak sadar atau bahkan merasa acuh dengan arus perubahan yang mengalir deras. Dan parahnya saat menyadari bahwa perubahan harus diikuti alurnya, semua seakan menjadi sangat terlambat.
Ceruk market sudah kompetitor embat. Menggelontorkan berbagai produk seolah hanya sebagai memperagam varian dagangan karena mindset konsumen sudah beralih pandang. Hi bung, ini bukan melulu tentang seberapa cepat ataupun seberapa kuat tapi lebih kepada siapa yang lebih pandai merayu dan mendapatkan kepercayaan.
Hai lihatlah Dia… tampangnya pas-pasan, bodinya juga soso jika dibandingkan denganmu. Bedanya, Dia pandai bersolek, luwes dalam berkomunikasi dan menampung serta mempertimbangkan apa yang orang lain sampaikan dan harapkan. Nah point terakhir inilah yang tidak ada pada kamu.
So, mulai sekarang tidak usah belagu dan selalu berkata dengan sombong bahwa elu itu tampan, elu itu tajir dan elu itu primadona. Terima saja nasibmu. Ingat ndro…. itu hanya masa lalu. Sekarang elu bukan apa-apa lagi. Segera berbenah dan ikuti arus perubahan jika menginginkan tempatmu masa lalu engkau rengkuh kembali dimasa depan. Atau…. elu tutup mulut rapat-rapat dan pasrah saja. Biarkan cerita indah masa lalu hanya sebagai cerita untuk anak cucu. Ea ea ea eaaaaaaaaa
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding



Ping-balik: Genangan Masa Lalu Hanya Sebatas Cerita Indah Untuk Anak Cucu. | Jatimotoblog