atasaspal.com – cak…. sinar mentari pagi yang menghangatkan udara dingin seolah mengucapkan salam selamat datang kepada A’A sejurus turun dari bis Gunung Harta… Ah lega banget mengingat sudah belasan jam duduk diatas kursi bis yang berpendingin udara. Jan mak plong tenan. Hawa Ngunut masih sama seperti 3 bulan yang lalu saat terakhir kalinya A’A nikmati sejurus sebelum ke Denpasar.

- Pasca Touring Ratusan Kilometer Badan Remuk? Kamu Belum Melakukan Trik Ini!
- Jangan Sepelekan! Tips Tetap Kompak Selama Touring: Kesetiaan pada Aspal dan Kepercayaan di Balik Kemudi
- Nyoride Syahdu di NGASAB: Waktunya “Bapack-Bapack” Surabaya Unjuk Gigi Bareng PCX160!
- Gaspol Tapi Tetap Santun: Cara Ladies Biker Rayakan Hari Kartini di ‘Zen on Wheels’
- Waktunya Tampil Keren! Honda Genio Ajak Anak Muda Surabaya City Rolling Sambil Tebar Pesona (dan Tetap Aman!)
- Menjemput Mentari di Ujung Jawa: Catatan Perjalanan Sunrise Of Java Expedition
- Saat Si “Arjuno” Pulang Kampung: Rayain Gaya Bareng Pacar Idaman, Honda Stylo!
- 750 Km Menjemput Pegal: Tutorial Menyiksa Diri secara Estetik bersama ADV 160 RoadSync!
- ADV 160 RoadSync, Menjemput Sinar Surya Pertama Jawa
- Vario 125 Street Hanya Sebagai Pagar Betis?
Lalu lalang kendaraan bisa dibilang lebih ramai lagi kendatipun masih dalam situasi pandemi. Ada yang berbeda, bukan intensitas motor Honda yang semakin mendominasi pandangan mata ini tapi lebih kepada sudah banyaknya Honda Genio yang melintas. Yup, kayaknya motor matic retro 110cc yang mengadopsi rangka eSAF dan konfigurasi mesin baru yang juga sudah dibenamkan kepada BeAT generasi terbaru ini sangat diterima market dengan baik.
Ah…. jadi teringat beberapa bukan yang lalu saat betapa menyenangkannya mengendarai Honda Genio 110. Begitu enak banget untuk diajak meliuk-liuk mencari celah ditengah kemacetan. Apalagi torsi motor ini termasuk nampol dan terasa menciptakan respon mesin yang menyenangkan. Belum lagi pada area dashboard-nya yang sangat minimalis malah mampu mengemukakan kesan mewah secara sempurna…. hahaha….. bukankah dashboard meternya seoalah menyiratkan bahwa ini adalah dashboard meter CMX REBEL versi murah?
Dari sini kemudian A’A seolah menemukan satu dari banyak jawaban dari rangkaian pertanyaan kenapa Genio 110 begitu diminati market. Ya, salah satunya adalah karena keunikan dashboard meternya yang sangat berbeda berbanding matic yang dipasarkan di Indonesia tercinta selain tentunya adalah karena harganya yang dibanderol dengan harga Rp 19.130.000.- untuk versi CBS dan Rp 19.531.000.- OTR Tulungagung.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding


