atasaspal.com – Cak…. boleh jadi Jorge Lorenzo hanya finis ke-11 di MotoGP Le Mans, Prancis, akhir pekan lalu, namun begitu rider Repsol Honda ini mengakui pada akhirnya melihat titik terang dari segala kesulitannya di awal musim ini membesut RC213V. Ya, untuk pertama kalinya, Lorenzo mampu tampil kuat dan ikut bertarung di area 10 besar. Sebuah sinyal kuat bahwa do’i optimis akan mampu bertarung dibarisan depan…

- Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?
- Ngerasain Taksu Vario Evo 160 di Bali: Dari Satset Kota hingga Menemukan ‘Taksu’ di Penglipuran
- Beli PCX Cuma Gara-gara Warna? Roro Kembang Sore Juga Dulu Bikin Orang Lupa Logika!
- Resmi Rilis! MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik Vario Evo 160!
- Resmi Rilis! Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
- Pererat Kebersamaan Ayah dan Anak, MPM Honda Jatim Ajak Lewat PCX160 Bikers Playland di Prigen.
- Meriahkan Akhir Pekan, Honda Premium Matic Day, Padukan Komunitas Motor dan Program Untukmu Konsumen Honda
- Siswa SDN Pagowan 1 Lumajang Terima Perlengkapan Sekolah & Edukasi Safety Riding Dari MPM Honda Jatim
- Surabaya Pecah! Ratusan Bikers Honda Ramaikan Vario Street Nation!
- Ribuan Pengunjung Padati Stadion Wirabumi Saksikan Honda Premium Matic Day
Sedikit flashback, Do’i mengawali race dengan start dari posisi 8 dan mampu mempertahankan posisi pada beberapa lap awal untuk selanjutnya naik satu posisi usai mengovertake Franco Morbidelli pada Lap 4. Sayang kemudian do’i melorot ke posisi 9 usai terlibas Morbidelli dan Cal Crutchlow. Setelah itu, kendatipun sempat bertarung sengit dengan Fabio Quartararo, namun pada akhirnya harus kalah pada sang Rokie, dan melorot lagi ke posisi 11 usai tersalip Alex Rins saat balapan menyisakan lima lap.
“Ini hasil terbaik saya musim ini. Kami makin dekat dengan para rider tercepat. Untuk pertama kali kami mengalahkan Taka, dan tak jauh dari Cal. Pada lap-lap pertama, saya tak terlalu tertinggal. Tapi kami masih butuh waktu. Ini bakal jadi perjalanan panjang dan sulit, tapi progres telah terlihat,” ujarnya via Motociclismo.
Kendati sang pengoleksi 5 gelar juara dunia ini mendapatkan hasil terbaiknya di musim 2019 ini, do’i menuturkan bahwa hasil ini bukanlah sesuatu yang harus dirayakan karena tidak mencerminkan rekor, sejarah dan status Honda sebagai tim kuat.
“Saya takkan berpesta, karena ini posisi ini masih buruk, tak mencerminkan rekor atau sejarah tim yang saya bela. Tapi Anda harus paham situasi saya pada masa pramusim dan paham motor yang saya kendarai. Yamaha adalah motor yang ramah bagi semua rider, sementara Honda selalu spesial dan sulit,” ungkapnya.
Yang menariknya adalah…. Lorenzo belum mau menyerah dalam menjinakkan Honda, yang sukses meraih kemenangan ke-300 di kelas GP500/MotoGP lewat sang tandem, Marc Marquez sembari berkata bahwa do’i sadar proses adaptasinya masih akan makan waktu lama…. Tapi masih optimis kan ya? Hehehehe….
“Terlepas dari posisi 11, saya mampu bertarung dengan para rider di depan. Ritme balap saya cukup mirip dengan Alex, sementara di seri-seri sebelumnya saya tak bisa membandingkan diri dengan rider lain. Kami telah dapat progres dari segi ergonomi, dan saya semakin nyaman, tapi ini proses panjang,” pungkasnya.
So, pasca motogp Prancis Lorenzo optimis, wajar karena do’i mampu meraih hasilyang lebih baik…. sebuah tanda proses adaptasi berjalan pada tempatnya… keep spirit cak hohe…. !
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding

