atasaspal.com – Sudah beberapa waktu Tulungagung mengalami transisi iklim alias bediding yang mana sangat berpengaruh terhadap aktifitas breeding ikan hias baik itu cupang, maskoki, koi ataupun jenis ikan hias lainnya. Namun bukan itu yang akan dibahas kali ini. Bukan juga tentang zona otomotive roda dua tanah air yang menjadi menu utama warung ini. Akan tetapi tentang sebuah kemesraan, sebuah kebersamaan di Lembah Mranggi, Puncak Lok Songo, Demuk, Pucanglaban, yang bak mega oase setelah terpisah 23 tahun lamanya.

- New Honda Vario Evo 160 Menyebarkan Sihir Di Tanah Jenggala
- Naik Vario Evo 160 Berasa Arya Kamandanu Nagih Janji Torsi?
- Jamda Honda ADV Jawa Timur, Solidaritas di Ujung Timur Blambangan
- Ngerasain Taksu Vario Evo 160 di Bali: Dari Satset Kota hingga Menemukan ‘Taksu’ di Penglipuran
- Berburu ‘Evolusi’ Vario 160: Dari Arena Sawunggaling ke Lensa Kamera
- Saatnya Tampil Ekspresif Bersama New Honda BeAT Terbaru
- Beli PCX Cuma Gara-gara Warna? Roro Kembang Sore Juga Dulu Bikin Orang Lupa Logika!
- Resmi Rilis! MPM Honda Jatim Hadirkan Workshop, Test Ride dan Promo Menarik Vario Evo 160!
- Resmi Rilis! Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
- Pererat Kebersamaan Ayah dan Anak, MPM Honda Jatim Ajak Lewat PCX160 Bikers Playland di Prigen.
Dicuaca yang tidak menentu, dihawa udara yang berubah-ubah dari yang mengandung kelembaban tingkat super secara drastis menjadi dingin, kebersamaan rasa dari berbagai penjuru menjadi satu. Tumpah ruah tumplek blek membaur; dari Tangerang, Kediri, Trenggalek, Blitar hingga Tulungagung, yang secara tradisional berdomisili dipegunungan tenggara ini. Ah…. Dahaga yang tertahan langsung mendapatkan obat yang melebihi ekspektasi !

23 tahun terlalui semenjak ’98 silam… banyak yang berubah, banyak yang pangling…. dari wajah imut-imut remaja belasan tahun bertransformasi menjadi wajah bapak-bapak ataupun wajah ibu-ibu. Imut e wes diwarisne kegenerasi penerus. Namun satu yang tetap utuh terpelihara bahkan tumbuh semakin kokoh seiring berjalannya sang roda waktu yakni rasa seduluran, seduluran selawase !

Pakde…. untuk Panjenengan ketahui semua, inilah dulur-dulur seangkatan A’A saat menuntut ilmu di Madrasah Tsanawiyah Negeri Pucanglaban lulusan pertama (’98) atau yang sekarang dikenal dengan nama MTsN 8 Tulungagung.
Nia, murid cewek yang saat itu A’A juluki sebagai tiang listrik karena tingginya yang menjulang, Lilik yang dulu hitam manis, Lulus yang tetap cemprah tapi baik hati, Umi, As, Yuli, Umri, Leni, Yodik, Komarudin, Rudi dan Nursalim menjadi sedikit diantara teman yang wajahnya masih A’A kenali; selebihnya kenalan ulang 😅.

Dan saat bersua, semua topik obrolan tidak lepas dari 3 tahun kebersamaan dimasa lampau… Bahkan A’A mendadak ingat memori masa lalu saat rambut kena cukur Bapak Sutaji gegara rambut gondrong yang tidak sesuai untuk ukuran seorang murid. Hahaha…. maklum cak… kendati bukan termasuk kedalam golongan murid bandel, namun A’A terkadang menjadi individu yang kurang aware terhadap penampilan. Ora nggending apa itu puber. Jadi ojo ditanya pernah punya gadis pujaan semasa sekolah atau tidak karena jawabannya sudah diketahui ya.
Ah…. sayang kebersamaan terasa hanya singkat saja padahal sudah beberapa jam dilalui bersama. Semoga tahun depan ada kesempatan bermesra lagi.
Contact Person
Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog
Keep Safety Riding



Ping-balik: Bediding Tulungagung Lembah Mranggi Jadi Saksi | Jatimotoblog