Panggunguni, ‘Desa’ PCX Diselatan Tulungagung

atasaspal.com – Mentari pagi sudah sedikit naik, bersinar cerah dan terpaannya yang tadi terasa menghangatkan dan menentramkan berubah menjadi sedikit lebih menyengat walau awan-awan putih dilangit sedikit tebar pesona dan berusaha mengalihkan perhatian diri ini. Hai apa kabar Bali yang udah dua minggu aku tinggalkan? Apa kabar ombak-ombak kecil perindu dipantai Sanur? Ingin rasanya segera menyeberang kesana namun schedule di Tulungagung masih begitu panjang; sampai akhir bulan depan, mungkin….

Disini aku berada, menyusuri jalan rabat kebarat. Tujuan adalah desa Manding dengan melewati Desa Panggunguni, salah satu desa didataran tinggi Pucanglaban yang mempunyai wadukan (waduk buatan dengan skala tampung air yang kecil).

Sekilas melintas, desa ini tidak ada yang spesial berbanding desa-desa lainnya didataran ini. Ya, komoditi utamanya masih pertanian dan banyak penduduknya merantau keluar negeri demi kehidupan ekonomi yang lebih baik.

Namun jika diperhatikan dengan lebih dalam, ada yang unik dari desa Panggunguni ini selain volume konsumsi motor baru yang begitu tinggi dampak positive dari warganya yang sukses menjadi TKI. Ya, soal beli motor baru, hampir tiap hari motor baru pasti landing didesa yang menjadi tempat tinggal Pak Nyamat, pembina Pramuka A’A saat masih mengenyam pendidikan di MTs Al-Hikmah yang kini sudah bertransformasi menjadi MTsN Pucanglaban.

Dari berbagai motor baru yang dibeli warga, mayoritas adalah Honda. Selebihnya adalah Yamaha dengan NMAX, Kawasaki dengan Ninja dan KLX seriesnya. Suzuki? Maaf A’A kok gak pernah melihatnya.

Nah…. dari berbagai model motor Honda yang dibeli, ada beberapa type yang memang rame, rame banget dan sangat rame banget…. Halah istilah opo eneh iki… dan seolah mempunyai peruntukan dan kegunaan masing-masing varian. Tiga model yang paling rame adalah PCX, Beat dan Scoopy. Bahkan Vario pun seolah kalah pesona berbanding dengan ketiga model tersebut. Setidaknya begitulah dengan hasil pengamatan A’A dan tentunya ngobrol bareng dengan kenalan dari desa tersebut.

Yang menarik nih cak…. sebagian besar warga yang mempunyai PCX, pasti ada motor pendamping entah Scoopy ataupun Beat. Nah loh… sultan kabeh ini para warga. Dan uniknya lagi, para pelajar dan siswa warga desa Panggunguni ini rata-rata kalau tidak pakai Scoopy ya Beat. Ah… benar-benar branding produk yang sangat digdaya dari Honda.

Lantas kenapa disini A’A labeli sebagai ‘desa’ PCX? tak lebih tak kurang karena populasinya yang banyak dan juga sangat jauh berbanding kompetitor terdekat disegment matic gambot 150. Ya, walaupun disini tidak kesulitan untuk melihat penampakan NMAX, namun toh melihat PCX melintas dijalanan akan jauh lebih sering lagi.

Ah… mentari semakin meninggi dan keperluan didesa Manding telah selesai. Saatnya kembali ke Sumberdadap dan melintasi desa unik ini lagi.

Ngopi di Angkringan Mranggi kayaknya bukan pilihan yang sulit secara ini adalah salah satu tempat nongkrong hype dipegunungan selatan Tulungagung.

Contact Person

Email: atasaspal@gmail.com
Whatsapp: 085746893262
Facebook: Khoirul Anwar
IG: atasaspal
youtube: atasaspal vlog

Keep Safety Riding

Pos ini dipublikasikan di 125cc, 150cc, honda, matik, opini, umum dan tag , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Panggunguni, ‘Desa’ PCX Diselatan Tulungagung

Tinggalkan Balasan ke Mas Sayur Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.